Kamis, 31 Oktober 2019

Pengertian Sistem, Karakteristik Sistem, Klasifikasi sistem, Elemen Sistem, Tujuan sistem dan Model Sistem Informasi Psikologi (manual)


Pengertian system
Kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata di definisikan. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan system yang lebih menekankankan pada elemen-elemen atau kelompoknyayang dalam hal ini system itu di definisikan sebagai “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu”
  2. Pendekatan system sebagai jaringan kerja dari prosedur, yang lebih menakankankan urutan operasi di dalam system. Prosedur didefinisikan oleh Richard F.Neushl sebagai “ururtan operasi kerja (tulis-menulis), yang biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih department yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi bisnis yang terjadi.

  • Karakteristik system
System mempunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu, antara lain :

  1. Komponent system (Component)
Suatu system terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen system atau bagian-bagian dari system.

  1. Batasan system
Merupakan daerah yang mebatasi suatu system dengan system yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

  1. Subsistem
Bagian-bagian dari system yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing

  1. Lingkungan luar system
Suatu system yang ada diluar dari batas system yang dipengarahui oleh operasi system

  1. Masukan system
Energy yang masuk kedalam system, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah energy yang yang dimasukan supaya system tersebut dapat berinteraksi.

  1. Keluaran system
Hasil energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan

  1. Sasaran system
Tujuan yang ingin dicapai oleh system, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

·         Klasifikasi Sistem
Suatu system dapat di klasifikasikan menjadi seperti berikut :

  1. System abstrak dan system fisik
System abstrak adalah suatu system yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan system fisik adalah system yang ada secara secara fisik.

  1. System alamiah dan system buatan manusia
System alamiah adalah system yang terjadi melalui proses alam sedangkan system buatan manusia adalah system yang dirancang oleh manusia.

  1. System tertentu dan system tidak tertentu
System tertentu adalah suatu system yang operasinya dapat diprediksi secara tepat sedangkan system tak tertentu adalah system dengan perilaku ke depan yang tidak dapat diprediksi
  
  1. Sistem tertutup dan terbuka
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh oleh lingkungan luar atau otomatis, sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar.

Tujuan Sistem
Menurut Azhar Susanto (2002) dalam (Djahir dan Dewi Pratita,2014)  “tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem” agar target tersebut bisa tercapai, maka target tersebut harus diketahui terlebih dahulu kriterianya. Kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar dilakukannya suatu pengendalian.

Subsistem
menurut Azhar Susanto (2002) dalam (Djahir dan Dewi Pratita,2014)  “subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, subsistem ini bisa fisik ataupun abstrack. Susbsitem istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagian dari sistem.

  1. Masukan sistem
Menurut Azhar Susanto (2002) input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Input dapat berupa energy, manusia, data, modal, bahan baku, layanan, dan lainnya.

Input diklasifikasikan kedalam tiga kategori :
·         Serial Input, Merupakan input yang diperoleh sebagai hasil atau output sistem sebelumnya
·         Probable input, Merupakan potensial input yang dapat digunakan oleh suatu sistem
·         Feedback input, merupakan bagian output dari sistem yang sama yang digunakan sebagai control

  1. Pengolah sistem
Menurut Azhar Susanto (2002), proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Proses ini mungkin dilakukan oleh mesin, orang atau computer. Proses mungkin berupa perakitan yang menghasilkan satu macam ouput dari berbagai macam input yang disusun berdasarkan aturan tertentu

  1. Keluaran sistem (output)
Menurut Azhar Susanto (2002), output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem.

  1. Lingkungan Sistem
Menurut Azhar Susanto (2002), lingkungan sistem adalah factor-faktor  diluar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan sistem ada 2 macam :
·         Lingkungan external, yaitu lingkungan yang berada diluar sistem
·         Lingkungan internal, lingkungan yang berada di dalam sistem

Contoh model sistem Psikologi :

E-Counseling
Penggunaan istilah konseling online adalah gabungan dari dua kata yaitu kata konseling dan kata online, menurut Eisenberg (dalam Gunarsa, 2007) konseling adalah membantu klien agar mampu menguasai masalah yang segera dihadapi dan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. Sedangkan kata online adalah keadaan saat sebuah jaringan (internet) terhubung pada komputer atau perangkat lain. Menurut Amani (2007) e-counseling adalah konseling yang dilakukan melalui internet yang secara umum merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental melalui teknologi komunikasi internet. Menurut Fields (2011) menyebutkan bahwa e- counseling merupakan sebuah layanan terapi yang relatif baru. Konseling dikembangkan dengan menggunakan teknologi komunikasi dari yang paling sederhana dengan menggunakan telepon maupun dari computer ke komputer hingga dengan menggunakan webcam (komputer dan internet). 
Menurut Haberstroh (2011) e-counseling adalah komunikasi antara klien dan konselor dengan menggunakan streaming video dan audio komputer sehingga tercipta komunisi antara klien dengan dengan konselor. Koutsonika (2009) menjelaskan bahwa proses konseling tidak semudah yang dibayangkan. Proses konseling memiliki kompleksitas permasalahan yang beragam dan isu yang berbeda tergantung karakteristik setiap klien, selain itu juga pengguna dihadapkan pada masalah etika dalam pengguanaan teknologi informasi, latar belakang pendidikan, hokum, keterampilan dan masalah manajemen.

Daftar Pustaka:
Amani, N. (2007). Investigating the nature, the prevalence, and effectiveness of online counseling, A Thesis, Departmentf of Educational Psychology, Administration and Counseling, California State university Long Beach.
Fields, K. (2011). About online counseling. www.openmmindcounseling.com.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Koutsonika, H. (2009) E-Counseling: the new modality: online career counseling for greek tertiary education. Greece: In Press.
Haberstroh, S., & Duffey, T. (2011). Face-to-face supervision of online counselors: supervisor perspectives. Retrieved from http://counselingoutfitters.com/vistas/vistas11/Article_66.pdf.
Kusrini.&Andri Koniyo.(2007).Tuntutan Praktis Membangun sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server.Yogyakarta:C.V Andi Offset.
Djahir dan Dewi Pratita.(2014).Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen.Yogyakarta:deepublish

Minggu, 13 Oktober 2019


SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

A. Pengertian Sistem

Menurut Robert G.Mardick (1987) dalam (Gaol, (2008)"Sistem as a set of elements joined together for a common objective (Sistem adalah suatu kumpulan dari beberapa bagian/unsur yang bergabung untuk suatu tujuan bersama) 

Pengertian Sistem menurut Murdick,R,G (1991:27) (dalam HutaHaean, J 2014) Suatu sistem adalah elemen yang membentuk kumpulan atau procedure-procedur/ bagan-bagan pengelolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.

Menurut  Kenneth C.Laudon (2000) dalam (Gaol,2008)  mengatakan dalam salah satu bukunya, the systems lifecycle is the oldest method for building infomations systems and is still used today for medium or large complex systems projects artinya sisklus hidup sistem adalah metode cara (method) paling lama untuk membangun sistem informasi dan masih digunakan sampai sekarang untuk proyek sistem menengah atau besar yang kompleks /rumit.

Menurut Gaol (2008) Sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu unit macet/terganggu, unit lainnya pun akan terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.  

B. Pengertian Informasi 

Menurut Jogiyanto (2005) informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk para pengambil keputusan.

Gellinas &Dull, 2008; Laudon % Laudon 2006; Turban et al.2006)  (dalam Sarosa Samiaji 2007) Informasi adalah data yang sudah mengalami pemrosesan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunaanya dalam membuat keputusan. 

Kusrini & Koniyo (2007) menyatakan bahwa  informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.

Menurut HutaHaean, J (2014) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. sumber informasi adalah data. menurut Gordon B,Davis informasi adalah data yang telah di olah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

C. Pengertian Psikologi 

Menurut Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Atkinson,dkk (1983) mengatakan Psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental, sedangkan menurut Spector (2008) menjelaskan bahwa Psychology is the science of human (and no human) behavior, cognition,emotion, and motivation. dalam Wijono, Sutarto (2010)

Menurut Jahja, Yudrik (2011) Psikologi berasal dari bahasa yunani Psyche yang artinya Jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. jadi secara etimologi psikologi berarti; "ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejala, proses, maupun latar belakangnya.  

E. Sistem Informasi Psikologi 

Pengertian sistem informasi psikologi yang telah dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa yang  bahwa Sistem informasi psikologi mencangkup suatu sistem yang didalamnya terdapat suatu kumpulan dari berbagai unsur untuk suatu tujuan bersama dan informasi yang merupakan suatu hasil dari pengelolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna untuk penerimanya dan psikologi suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu jiwa, baik mengenai gejala, proses maupun latar belakannya. 

Daftar Pustaka:

Jogiyanto. (2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit Andi

Kusrini, S., & Koniyo, A. (2007).Tuntutan praktis membangun sistem informasi akutansi dengan visual basic dan Microsoft SQL server.Yogyakarta: C.V ANDI

Sarosa,Samiaji.(2007).Sistem Informasi Akuntansi.Jakarta:Grasindo.

Gaol,C.J.L. (2008).Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi.Jakarta: Grasindo

Sarwono,S.W.(2009).Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers

Wijono,Sutarto.(2010).Psikologi Industri dan Organisasi: dalam suatu bidang gerak psikologi  sumber daya manusia edisi pertama.Jakarta.Prenadamedia Group.

Jahja,Yudrik.(2011).Psikologi Perkembangan.Jakarta.Prenadamedia Group.

Hutahaean, Jeperson.(2014).Konsep Sistem Informasi.Yogyakarta:Deepublish.


















Rabu, 07 Juni 2017

Ilmu Alamiah Dasar // Mitos, Penalaraan & Cara Memperoleh Pengetahuan

MITOS

            Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.
             Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan zaman. Menurut Moens-Zoeb, orang jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa mitos-mitos tersebut terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa.

CONTOH MITOS:
  1. Anak gadis dilarang keras makan di depan pintu, katanya bisa batal dilamar orang alias balik kucing. (ini mitosnya). Kalau dipikir-pikir memang tidak pantas makan di depan pintu, fungsi pintu hanya untuk jalan keluar masuk saja. Kalau memang makan ya di ruang makan atau di tempat yang layak untuk makan. Hubungan dengan yang nglamar balik lagi apa ya ? otomatis balik, semua cowok pasti pengen calon istri yang punya sopan santun, lah kalau makannya di depan pintu dan berdiri pasti ilfeel (ntar disangka kuda, kan makannya kuda berdiri). Karena itu ga jadi nglamar.
  2. Kalau nyapu harus sampai tuntas jangan dikumpulin dipojokan, nanti biar rejekinya tidak mampet (ini mitosnya). Kalau dimarahin sama Ibu, Nenek, atau buyut kamu soal ini jangan marah dulu, pikirin aja yang masuk akal, yang disapu pasti kotoran dan debu kan ? kalau terlalu lama dikumpulin di pojokan setiap kamu nyapu jadinya rumah atau kamar kamu bakal kotor, kalau keadaan kotor pasti bikin malas. Jadinya tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa menguntungkan, misalnya gara-gara kamar kotor malas belajar bisa jadi kan, akhirnya rejeki baik untuk dapat nilai bagus terhambat kan ? anggap saja begitu.
  3. Tertimpa cicak tandanya sial . Sial di sini maksudnya dari tertimpa cicak itu sendiri. Siapa yang tidak sial kalau sedang enak – enak duduk tiba – tiba tertimpa cicak


LEGENDA
            Legenda (Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor. Legenda ataupun cerita rakyat, terkait dekat sekali dengan Mitologi. Namun, pada cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dianggap sebagai sesuatu yang suci dan dipercaya kebenarannya layaknya Mitologi. Sedangkan legenda sendiri, meskipun kejadiannya dianggap benar, pelaku-pelaku kisahnya adalah manusia, bukan Dewa dan monster seperti pada Mitologi.
                Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. 
          Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. 
            Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. 
           Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.


Contoh Legenda : 
  1.   Legenda Sunan Bonang
  2.  Tangkuban Perahu
  3. Candi prambanan 
  4. Danau Lipan
  5. Lutung Kasarung

CERITA RAKYAT
  1. Putri Pukes
  1. Kelelawar Yang Pengecut
  1. Roro Jongrang
  1. Timun Mas
  1. Danau Toba
  •  Mitos
  • Wahyu 
  •   Akal Sehat (Common Sense)
  • Penemuan Kebetulan
  • Penemuan Coba-coba
  1.  Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya atau didukung metodik fakta empiris.
  1.  Metodik, artinya pengetahuan ilmiah diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
  1.  Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan.
  1.  Universal, artinya pengetahuan tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja tetapi semua orang melalui eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama.
  •  Memupuk sifat objektif, metodik, dan sistematik
  •  Mencintai kebenaran dan bersifat adil.
  •     Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak bersifat mutlak.
  •  Membimbing untuk bersikap optimis, teliti, dan berani membuat pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah yang benar.
  •  Membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti yang nyata.  (Bambang Ruwanto, 2006)
  •   Penyelidikan langsung.
  •   Penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh orang lain.
  •   Kerja sama dengan penyelidik-penyelidik lain yang juga sedang memecahkan soal yang sama atau yang sejenis.

              
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. 
Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.

Jadi kesimpulannya perbedaan antara mitos, legenda dan dongeng: Dongeng adalah cerita yang dianggap tidak benar-benar terjadi sedangkan mitos dan legenda dianggap benar-benar terjadi. Mitos mengisahkan tentang dewa dan setengah dewa sedangkan legenda menceritakan tentang manusi

Contoh Cerita Rakyat


Bagaimana Cara Manusia Memperoleh Pengetahuan?

Manusia memperoleh ilmu pengetahuan dengan menggunakan :
1. Metode non ilmiah
2. Metode ilmiah

1. Metode Non Ilmiah
Metode non ilmiah hanya mengandalkan panca indera (mata, hidung, lidah, telinga, dan kulit). Pengetahuan non ilmiah atau dikenal sains semu (Pseudo Science) diperoleh terutama dengan mengandalkan dugaan, perasaan, keyakinan dan tanpa diikuti proses pemikiran yang cermat.Oleh karenanya pencarian pengetahuan dengan cara ini persentase kebenarannya rendah. Pengetahuan yang diperoleh mungkin benar namun mungkin juga salah.

Timbul karena keterbatasan indera manusia.
Mitos dari bahasa Inggris Myth dan bahasa Yunani Muthos yang artinya suatu kepercayaan yang sangat dipahami dan dianggapsebagai acuan pola kehidupan pada suatu kelompok atau tatanan sosial masyarakat tertentu.
Contohnya penyakit kusta adalah penyakit kutukan padahal penyakit kusta bukan kutukan dan dapat disembuhkan. Penyebabnya yaitu Mirobacterium lepra.
Pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia lewat para nabi.
Manusia dalam menerima pengetahuan ini bersifat pasif, namun dengan keyakinan bahwa semuanya benar. Wahyu merupakan kebenaran mutlak dan tidak dapat dipertanyakan dan diperdebatkan kebenarannya dengan akal pikiran manusia namun dapat dipelajari maksud atau makna yang terkandung didalamnya. Bahkan mempelajari wahyu diwajibkan oleh sang pencipta untuk memperdalam kita akan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa pencipta alam semesta. Prilaku yang tidak boleh dilakukan adalah mempertanyakan atau memperdebatkan wujud zat dari Sang Pencipta Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemilik wahyu.
Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, hal 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
Contohnya pada abad ke- 19 menurut akal sehat yang diyakini oleh banyak pendidik, hukuman adalah alat utama dalam pendidikan. Penemuan ilmiah ternyata membantah kebenaran akal sehat tersebut. Hasil-hasil penelitian dalam bidang psikologi dan pendidikan menunjukkan bahwa bukan hukuman yang merupakan alat utama dalam pendidikan, melainkan ganjaran.
Beberapa pengetahuan pada awalnya ditemukan secara kebetulan dan beberapa diantaranya adalah sangat berguna.
Sebagai contoh adalah penemuan obat kina sebagai obat malaria. Seorang pengembara yang sedang mengalami demam malaria melalui sebuah rawa, karena merasa haus mereka meminum air rawa tersebut. Namun demikian air rawa terasa pahit oleh karena mengandung hancuran (ekstrak) pohom kina besar yang tumbang di dalamnya. Ternyata setelah meminum air tersebut demam yang dideritanya berangsur-angsur sembuh. Beberapa penemuan secara kebetulan yang penting lagi adalah penemuan Newtontentang hokum gaya-gaya yang melingkupi alam semesta dan segala benda-benda angkasa lainnya, penemuan Archimedes tentang gaya angkut air serta penemuan Flemming tentang obat penisilin, semuanya didasarkan pada penemuan kebetulan.
Cara ini merupakan serangkaian percobaan asal atau coba-coba saja yang tidak didasari oleh teori yang ada sebelumnya, sehingga tidak memungkinkan diperolehnya kepastian pemecahan suatu masalah atau hal yang diketahui.
Cara ini mengajarkan orang aktif mencoba meskipun belum pasti usahanya akan berhasil. Percobaan pertama yang gagal akan diulangi dengan percobaan berikutnya dengan perbaikan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Oleh karenanya cara ini mengundang unsur pembelajaran dengan pengalaman yang bertambah, tentu termasuk waktu yang lama dan biaya yang relatif besar.
Contohnya Thomas Alfa Edison. Dalam kurun waktu dua tahun, Alfa Edison menghabiskan seluruh dana dan waktunya untuk menciptakan lampu. Hal ini dikarenakan lampu listrik sangat dibutuhkan untuk menerangi malam yang saat itu masih memakai lampu minyak. Total penelitian yang dilakukan adalah 6.000 uji coba untuk menemukan bahan yang tepat. Melalui usaha ekstra keras, tanggal 21 Oktober 1879, Alfa Edison melahirkan bohlam lampu pijar yang mampu menyala selama 40 jam.


2. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan kerja yang disebut daur logico-hypothetico-verifikatif yaitu :
-       Adanya kebutuhan objektif
-       Perumusan masalah
-       Pengumpulan teori
-       Perumusan hipotesis
-       Pengumpulan data/informasi/fakta
-       Analisis data
-       Penarikan kesimpulan
Dengan kata lain metode ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis dan menggunakan cara berfikir yang logis.
Metode Ilmiah memiliki ciri-ciri keilmuan, yaitu :
1. Rasional yaitu sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia
2. Empiris yaitu menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati dengan menggunakan panca indera
3. Sistematis yaitu menggunakan proses dengan langkah-langkah logis.

Syarat-syarat Metode Ilmiah, diantaranya :

Sifat Metode Ilmiah :
1. Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu).
2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja).
3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan).

Keunggulan Metode Ilmiah


Bagaimana Manusia begitu mudah menerima Mitos karena akibat keterbatasaan penalaraan dan keingintahuannya untuk sementara dapat terjawab?

1. Rasa Ingin Tahu
Ilmu pengetahuan alam bermula dari rasa ingin tahu yang merupakan cirri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di alam sekitarnya, bulan, bintang, dan matahari, bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri (antroposentris).
Dengan pertolongan akal budinya manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi diri terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Tetapi adanya akal budi itu juga menimbulkan rasa ingin tahu yang selalu berkembang. Rasa ingin tahu itu tidak pernah dapat dipuaskan. Kalau salah satu soal dapat dipecahkan maka timbul soal lain yang menunggu penyelesaian. Akal budi manusia tidak pernah puas dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam pikirannya. Kegiatan yang dilakukan manusia itu kadang-kadang kurang serasi dengan tujuannya. Sehingga tidak dapat menghasilkan pemecahan. Tetapi kegagalan biasanya tidak menimbulkan rasa putus asa, bahkan seringkali justru membangkitkan semangat yang lebih menyala-nyala untuk memecahkan persoalan. Dengan semangat yang makin berkobar ini diadakanlah kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih serasi dan dapat diharapkan akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan. Kegiatan untuk mencari pemecahan dapat berupa:
2Keterbatasan pengetahuan manusia, pada umunya manusia memperoleh informasi dari cerita orang yang mengetahui akan suatu hal. Kemudian hal ini bepindah telinga kepada manusia yang lain. yang menjadi masalah adalah kebenaran tentang informasi atau pengetahuan yang muncul dan telah menyebar tersebut.

3. Kerterbatsaan menalarkan sesuatu, ini dikarenakan kemampuan berpikir manusia pada saat itu masih latih. Sehingga pemikiran yan dihasilkan dapat benar dan dapat pula salah.

4. Keterbatasan alat indera manusia, selain beberapa hal diatas keterbatasan manusia terhadap bagaimana Ia menggunakan alat inderanay masih terbatas sehingga jangkauan yang sangat detail dalam suatu penciptaan hal yang baru masih bisa diragukan.



Sumber : 






Selasa, 02 Mei 2017

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

           PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA


 Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya

Tuhan telah menciptakan dua macam mahluk, yaitu satu benda mati yang sifatnya anorganis dan yang lain mahluk yang bersifat organis. Untuk membedakannya, sering yang pertama disebut benda mati dan yang kedua sebagai mahluk hidup.
Benda yang ada di muka bumi ini tunduk pada hukum alam (deterministik)sedangkan mahluk hidup tunduk pada hukum kehidupan (biologios). Masing-masing memiliki tingkatan dalam perwujudannya. Benda dapat berupa padat, cair, dan gas. Mahluk hidup dibedakan atas tumbuhan, binatang, dan manusia. Manusia memiliki ciri khas dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini, di mana manusia merupakan mahluk tertinggi, lebih sempurna dibandingkan mahluk lainnya.

1.      Hakekat Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya manusia memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu (kuriositas), maka berkembanglah pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun lebih berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi antar manusia
Manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya antara lain:
a.       Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b.      Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
c.       Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d.      Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).
e.       Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f.       Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).



2.      Sifat Keingintahuan Manusia
Binatang mempunyai insting untuk kelangsungan hidupnya, memperoleh makanan, serta hal-hal lainnya. Aktivitas tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan sebagai rasa keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle curiousty. Sedangkan manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis, dan analis. Oleh karena itu, manusia memiliki rasa ingin tahu yang selalu berkembang yang biasa disebut dengan curiousity. Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu ini dimulai dengan pertanyaan what “apa” tentang sesuatu kemudian dilanjutkan dengan how “bagaimana” kemudian why “mengapa”. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Semua pengetahuan dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu,terutama tentang benda yang ada disekelilingnya,alam jagad raya,bahkan dirinya sendiri. Hal tersebut mendorong manusia untuk memahami serta menjelaskan gejala-gejala yang terjadi dan dorongan rasa ingin tahu manusia tersebut membuat mereka mencari jalan keluar dari setiap apa yang terjadi. Pengetahuan tentang satu masalah mendatangkan pertanyaan (masalah) lain yang ingin dijawab.
Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas fenomena yang terjadi. Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya. Terkadang jawaban itu tidak logis namun mudah diterima oleh masyarakat awam. Misalnya “Mengapa ada pelangi?” kemudian mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau “Mengapa gunung meletus?” jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode (Maskoeri Jasin, 2008: 3).
Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan non-ilmiah (sains semu) ataupun ilmiah. Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan sains semu dilakukan dengan mengandalkan perasaan, keyakinan tanpa diikuti proses pemikiran yang cermat. Pengetahuan yang diperoleh bisa benar bisa salah seperti pada cara prasangka atau intuisi, serta tidak efisien karena harus mencoba tanpa dasar dan kalaupun benar seringkali hanya kebetulan saja. 
Manusia, kalau kita bertanya tentang bagaimana cara manusia memuaskan rasa keingintahuannya kita bisa menjawab, manusia memuaskan rasa keingintahuannya dengan cara bertanya kepada orang lain. Atau mungkin di zaman sekarang ini sudah banyak alat media elektronik yang bias kita gunakan untuk mencari tahu tentang sesuatu, seperti handphone, komputer atau laptop, yang difasiliasi dengan internet. Dari waktu ke waktu rasa ingin tahu juga semakin bertambah, dan akhirnya menjadikan bergunung-gunung rasa pensaran atau rasa ingin tahu. Manusia bisa punya rasa ingin tahu juga karena mempunyai akal (rasio) yang membuat kita selalu ingin tahu ini dan itu. Dengan mempunyai akal, maka manusia bisa mencapai tujuan hidupnya atau cita-cita.        Manusia selalu ingin tahu dengan apa yang terjadi di sekitarnya, mengapa sesuatu bisa seperti itu, bagaimana ini/itu bisa ada, dan lain-lain tentang segala hal yang belum diketahuinya. Dan manusia itu makhluk yang tidak pernah puas akan sesuatu. Jadi, jika salah satu rasa keingintahuan kita belum terjawab dengan pasti, maka kita akan terus bertanya sampai menemukan jawaban yang memuaskan rasa keingintahuannya. Dan rasa ingin tahu manusia itu berawal dari ingin mengetahui tentang diri sendiri. Di mulai saat kita masih kecil. Misalnya, saat kecil kita baru tahu kalau gigi kita bisa bertumbuh semakin banyak, lalu kita mulai bertanya kenapa gigi bisa tumbuh, dan bagaimana caranya gigi bisa tumbuh. Ketika gigi susu mulai tanggal, kita kembali bertanya, kenapa gigi bisa copot, dan masih banyak lagi pertanyaan tentang diri kita sendiri yang  sampai saat dewasa nanti masih terus berlanjut.
    Lalu manusia beranjak mempunyai rasa ingin tahu pada alam atau lingkungan sekitarnya. Kita mulai bertanya akan lingkungan sekitar kita yang bila ada yang di rasa asing di mata kita. Dan berlanjut ke alam yang sedikita lebih luas, seperti alam yang di maksud itu hutan di dunia. Muncul pertanyaan yang berkaitan dengan alam semesta, seperti apakah bumi itu bulat atau bidang datar? kenapa kita tidak jatuh saat bumi berputar dan posisi kita berada di bawah? Berapa lama bumi mengelilingi matahari? dan masih bayak lagi yang akhirnya akan terjadi penelitian. Dari penelitian akan menghasilkan jawaban yang akan memberi kepuasan pada diri kita. Semua ini adalah beberapa cara bagaimana untuk kita memuaskan rasa keingintahuan diri kita sendiri. Dari bertanya, mencari jawaban sendiri, hingga melakukan penelitian.

Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia

Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.
a.    Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.

b.    Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )
Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 2 – 7 tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.

c.    Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )         
Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11 tahun. Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

d.   Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )
Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.

e.    Masa dewasa ( > 20 Tahun )
Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.   


BAGAIMANA ALAM PIKIRAN MANUSIA  BERKEMBANG?


Pada ada dasarnya yang membedakan manusia dengan makhluk cipaan Tuhan lainnya yaitu karena manusia memiliki akal (pikiran). Dengan pikiran manusia bisa mengendalikan semua apa yang hendak ia lakukan atau tidak ingin ia lakukan. Maka dari itulah manusia dikatakan makhluk yang sempurna. Dengan diberikannya sebuah pikiran oleh Tuhan kepada manusia, maka seharusnya manusia bisa memelihara dan mengembangkannya supaya dapat bermanfaat bagi dirinya dan makhluk lainnya serta dapat menjadi alat untuk mengolah dunia.
Pikiran merupakan faktor pembentuk kepribadian manusia, sehingga saat pikiran manusia rusak maka hidupnya pun akan rusak. Karena yang berpengaruh paling dominan dalam manusia adalah pikirannya. Maka dari itu kita harus mengontrol perkembangan pikiran kita dan bagaimana pikiran tersebut dapat berkembang. Sehingga saat kita dapat mengontrol pikiran maka kita pun dapat mengontrol perkembangan kepribadian kita supaya menjadi pribadi yang baik.
Pikiran manusia berkembang secara alamiah sejalan dengan bertambahnya usia dan perkembangan mental. Perkembangan alam pikiran manusia digambarkan dengan proses psikososial dan proses psikoseksual. Dengan bertambahnya usia maka rasa ingin tahu manusia akan muncul dan itulah yang menyebabkan perkembangan alam pikiran manusia. Saat rasa ingin tahu muncul, maka memaksa rasio untuk mencari tahu akan sebuah kebenaran dengan cara berfikir dan tanpa disadari pikiran tersebut sedang berkembang dan memiliki banyak pengetahuan.
Semakin luas lingkungan sosial yang dijalani maka rasa ingin tahu yang muncul akan semakin banyak. Otomatis pikiran manusia pun akan semakin berkembang karena rasio berusaha mencari tahu kebenaran yang ingin diketahui. Jadi perkembangan alam pikiran manusia dapat berkembang sejalan dengan bertambahnya usia, meluasnya lingkup sosial, dan bertambahnya pengetahuan.

https://lydialupita.wordpress.com/
http://catursekar1.blogspot.co.id/2013/03/bagaimana-manusia-selalu-berusaha.html
http://tutariituantok.blogspot.co.id/2015/08/ilmu-alamiah-dasar.html

Pengertian Sistem, Karakteristik Sistem, Klasifikasi sistem, Elemen Sistem, Tujuan sistem dan Model Sistem Informasi Psikologi (manual)

Pengertian system Kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata di definisikan. Secara garis besar ...