Kamis, 31 Oktober 2019

Pengertian Sistem, Karakteristik Sistem, Klasifikasi sistem, Elemen Sistem, Tujuan sistem dan Model Sistem Informasi Psikologi (manual)


Pengertian system
Kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata di definisikan. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan system yang lebih menekankankan pada elemen-elemen atau kelompoknyayang dalam hal ini system itu di definisikan sebagai “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu”
  2. Pendekatan system sebagai jaringan kerja dari prosedur, yang lebih menakankankan urutan operasi di dalam system. Prosedur didefinisikan oleh Richard F.Neushl sebagai “ururtan operasi kerja (tulis-menulis), yang biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih department yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi bisnis yang terjadi.

  • Karakteristik system
System mempunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu, antara lain :

  1. Komponent system (Component)
Suatu system terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen system atau bagian-bagian dari system.

  1. Batasan system
Merupakan daerah yang mebatasi suatu system dengan system yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

  1. Subsistem
Bagian-bagian dari system yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing

  1. Lingkungan luar system
Suatu system yang ada diluar dari batas system yang dipengarahui oleh operasi system

  1. Masukan system
Energy yang masuk kedalam system, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah energy yang yang dimasukan supaya system tersebut dapat berinteraksi.

  1. Keluaran system
Hasil energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan

  1. Sasaran system
Tujuan yang ingin dicapai oleh system, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

·         Klasifikasi Sistem
Suatu system dapat di klasifikasikan menjadi seperti berikut :

  1. System abstrak dan system fisik
System abstrak adalah suatu system yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan system fisik adalah system yang ada secara secara fisik.

  1. System alamiah dan system buatan manusia
System alamiah adalah system yang terjadi melalui proses alam sedangkan system buatan manusia adalah system yang dirancang oleh manusia.

  1. System tertentu dan system tidak tertentu
System tertentu adalah suatu system yang operasinya dapat diprediksi secara tepat sedangkan system tak tertentu adalah system dengan perilaku ke depan yang tidak dapat diprediksi
  
  1. Sistem tertutup dan terbuka
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh oleh lingkungan luar atau otomatis, sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar.

Tujuan Sistem
Menurut Azhar Susanto (2002) dalam (Djahir dan Dewi Pratita,2014)  “tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem” agar target tersebut bisa tercapai, maka target tersebut harus diketahui terlebih dahulu kriterianya. Kriteria dapat juga digunakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu keberhasilan suatu sistem dan menjadi dasar dilakukannya suatu pengendalian.

Subsistem
menurut Azhar Susanto (2002) dalam (Djahir dan Dewi Pratita,2014)  “subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, subsistem ini bisa fisik ataupun abstrack. Susbsitem istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagian dari sistem.

  1. Masukan sistem
Menurut Azhar Susanto (2002) input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Input dapat berupa energy, manusia, data, modal, bahan baku, layanan, dan lainnya.

Input diklasifikasikan kedalam tiga kategori :
·         Serial Input, Merupakan input yang diperoleh sebagai hasil atau output sistem sebelumnya
·         Probable input, Merupakan potensial input yang dapat digunakan oleh suatu sistem
·         Feedback input, merupakan bagian output dari sistem yang sama yang digunakan sebagai control

  1. Pengolah sistem
Menurut Azhar Susanto (2002), proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Proses ini mungkin dilakukan oleh mesin, orang atau computer. Proses mungkin berupa perakitan yang menghasilkan satu macam ouput dari berbagai macam input yang disusun berdasarkan aturan tertentu

  1. Keluaran sistem (output)
Menurut Azhar Susanto (2002), output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem.

  1. Lingkungan Sistem
Menurut Azhar Susanto (2002), lingkungan sistem adalah factor-faktor  diluar sistem yang mempengaruhi sistem. Lingkungan sistem ada 2 macam :
·         Lingkungan external, yaitu lingkungan yang berada diluar sistem
·         Lingkungan internal, lingkungan yang berada di dalam sistem

Contoh model sistem Psikologi :

E-Counseling
Penggunaan istilah konseling online adalah gabungan dari dua kata yaitu kata konseling dan kata online, menurut Eisenberg (dalam Gunarsa, 2007) konseling adalah membantu klien agar mampu menguasai masalah yang segera dihadapi dan yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang. Sedangkan kata online adalah keadaan saat sebuah jaringan (internet) terhubung pada komputer atau perangkat lain. Menurut Amani (2007) e-counseling adalah konseling yang dilakukan melalui internet yang secara umum merujuk pada profesi yang berkaitan dengan layanan kesehatan mental melalui teknologi komunikasi internet. Menurut Fields (2011) menyebutkan bahwa e- counseling merupakan sebuah layanan terapi yang relatif baru. Konseling dikembangkan dengan menggunakan teknologi komunikasi dari yang paling sederhana dengan menggunakan telepon maupun dari computer ke komputer hingga dengan menggunakan webcam (komputer dan internet). 
Menurut Haberstroh (2011) e-counseling adalah komunikasi antara klien dan konselor dengan menggunakan streaming video dan audio komputer sehingga tercipta komunisi antara klien dengan dengan konselor. Koutsonika (2009) menjelaskan bahwa proses konseling tidak semudah yang dibayangkan. Proses konseling memiliki kompleksitas permasalahan yang beragam dan isu yang berbeda tergantung karakteristik setiap klien, selain itu juga pengguna dihadapkan pada masalah etika dalam pengguanaan teknologi informasi, latar belakang pendidikan, hokum, keterampilan dan masalah manajemen.

Daftar Pustaka:
Amani, N. (2007). Investigating the nature, the prevalence, and effectiveness of online counseling, A Thesis, Departmentf of Educational Psychology, Administration and Counseling, California State university Long Beach.
Fields, K. (2011). About online counseling. www.openmmindcounseling.com.
Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia.
Koutsonika, H. (2009) E-Counseling: the new modality: online career counseling for greek tertiary education. Greece: In Press.
Haberstroh, S., & Duffey, T. (2011). Face-to-face supervision of online counselors: supervisor perspectives. Retrieved from http://counselingoutfitters.com/vistas/vistas11/Article_66.pdf.
Kusrini.&Andri Koniyo.(2007).Tuntutan Praktis Membangun sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server.Yogyakarta:C.V Andi Offset.
Djahir dan Dewi Pratita.(2014).Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen.Yogyakarta:deepublish

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengertian Sistem, Karakteristik Sistem, Klasifikasi sistem, Elemen Sistem, Tujuan sistem dan Model Sistem Informasi Psikologi (manual)

Pengertian system Kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata di definisikan. Secara garis besar ...