ILMU BUDAYA DASAR : MUSEUM BANK INDONESIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
![]() |
Disusun Oleh : Theresia
Eka Yuliani (17516363)
A. Kata pengantar :
Puji dan syukur kehadiratTuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya kami berhasil menyelesaikan Laporan Perjalanan ke Museum Bank Indonesia yang dilaksanakan pada Hari Rabu , 20 Oktober 2016
Dalam laporan ini Saya akan menjelaskan tentang perjalanan dan kegiatan
serta tempat yang menjadi tujuan.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak
kekurangan maka dari itu saran dan kritik yang membangun, sangat saya harapkan dari pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan saya semoga penyusunan laporan ini diterima dan dimengerti serta bermanfaat bagi kami khusunya maupun pembaca
Depok, 10 November 2016
Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………………………...……….
Daftar Isi………………………………….………………………………………...……….
BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah…………………………………………………………........
B. Tujuan Laporan perjalanan…………………………………………………………....
c. Manfaat Laporan Perjalanan ...................................................................................
BAB II. Pelaksanaan Kegiatan
A. Waktu…………………………………………………………………………………….
B. Obyek…………………………………………………………………………………….
C. Biaya……………………………………………………………………………………..
D. Perjalanan dan Hasil Kegiatan……………………………………………………….
vSejarahBank Indonesia…………………………………...................................
vKoleksi Bank BI………………………………………………………………………..
vVisi-Misi Bank BI………………………………………………………………………...
vProgram Utama Bank BI ......................................................................................
vTujuan Pendirian Bank BI ...................................................................................
vLatar Belakang Bank BI .....................................................................................
BAB III. Penutup
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….
3.2 Saran……………………………………………………………………………………
3.3 Daftar Pustaka ....................................................................................................................
Bab
I : Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Museum
merupakan salah satu tempat wisata yang menyimpan dan mengoleksi benda-benda
bersejarah. Dimana benda-benda tersebut pasti memiliki nilai dan makna tertentu
yang terkandung didalamnya. Museum juga merupakan salah satu tempat yang
digunakan untuk menemukan informasi dan bisa menambah wawasan kepada para
pengunjungnya.
Namun, di
zaman sekarang ini museum sangat jarang dikunjungi dan bahkan bisa dibilang
sangat sepi pengunjung. Anak-anak pun masih jarang yang senang untuk berkunjung
ke museum saat masa liburan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa
museum bisa digunakan untuk menambah wawasan dan penegetahuan kita. Salah satu
museum yang cukup terkenal di kota tua, yaitu Museum Bank Indonesia dan tentu
saja dapat menambah wawasan kita tentang Bank Indonesia.
1.2 Tujuan
Untuk menambah pengetahuan dengan segala sesuatu
yang berkaitan dengan Bank Indonesia. Dimulai dari sejarah terbentuknya, tujuan
didirikannyamusuem BI, visi dan misi dari museum BI, program apa yang ada di
museum Bank Indonesia, dan fasilitas apa saja yang ada.
C. MANFAAT LAPORAN PERJALANAN
1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
2. Mengenalkan siswa dengan kota Tua terlebih museum Bank indonesia
3. Memberi pengalaman.
1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
2. Mengenalkan siswa dengan kota Tua terlebih museum Bank indonesia
3. Memberi pengalaman.
Bab
II : Pelaksanaan Kegiatan
A. Waktu
Dilaksanakan pada:
Hari : Rabu
Tanggal:20 Oktober 201
Jam : 09.00 WIB
B. Obyek
a. Museum Bank Indonesia
C. Biaya
Biaya untuk melakukan perjalan wisata ini sebesar Rp. 5000 / orang, dengan rincian sebagai berikut:
- Tiket masuk Rp. 5.000,-
2.1 Sejarah singkat Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia merupakan objek wisata
bersejarah yang terdapat di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, tepatnya di bagian
depan stasiun Beos Kota atau di samping Museum Bank Mandiri. Tempat wisata ini
terbilang cukup unik dan tentunya memberikan berbagai macam pengetahuan
mengenai sejarah dari Bank Indonesia.
Awal mulanya bangunan objek wisata Museum Bank
Indonesia adalah sebuah rumah sakit umum yang bernama Binnen Hospitaal, hingga
pada sekitar tahun 1828, bangunan tersebut di ubah fungsinya menjadi tempat
penyimpanan uang atau Bank dengan nama De Javashe Bank. Selama satu abad
berlangsung, tepatnya pada tahun 1953 setelah 9 tahun kemerdekaan republic
Indonesia, bangunan DJB di tetapkan sebagai Bank Sentral Indonesia atau yang
lebih dikenal sebagai Bank Indonesia.
Selang 9 tahun kemudian yaitu pada tahun 1962,
pemerintah Indonesia kemudian memindahkan Bank Indonesia tersebut ke lokasi
baru dan lebih strategis, sehingga tempat BI yang dahulu mejadi kosong tanpa di
gunakan untuk keperluaan yang penting. Akhirnya pada tahun 2006 Gubernur Bank
Indonesia, Burhanuddin Abdullah meresmikan bangunan kosong tersebut sebagai
Museum Bank Indonesia yang dapat di akses secara mudah oleh masyarakat umum.
Jika anda perhatikan bangunan Museum Bank Indonesia
akan terlihat sangat unik, tradisional, dan kokoh berdiri dengan tegaknya. Area
parkir yang tersedia di tempat ini pun cukup luas sekali, sehingga mempermudah
bagi para pengunjung untuk memarkirkan
Museum Bank Indonesia menempati bangunan yang
berusia tua dan memiliki sejarah panjang dalam dunia perbankan di Indonesia.
Museum ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit Binnen Hospitaal, lalu kemudian
digunakan oleh De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828. Pada tahun 1953, bank
ini dinasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau Bank Indonesia.
Penggunaan gedung ini sebagai kantor Bank Indonesia tidak berlangsung lama.
Pada tahun 1962, Bank Indonesia pindah ke gedung yang baru. Sejak saat itu,
gedung tersebut praktis kosong dan tidak digunakan lagi, padahal gedung
tersebut merupakan gedung yang mempunyai nilai sejarah tinggi yang terancam
kerusakan apabila tidak dimanfaatkan dan dilestarikan.ogram apa yang ada di
museum Bank Indonesia, dan fasilitas apa saja yang ada.
Pelestarian gedung BI Kota tersebut sejalan dengan
kebijakan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang telah mencanangkan
daerah Kota sebagai daerah pengembangan kota lama Jakarta. Bahkan, BI
diharapkan menjadi pelopor dari pemugaran/revitalisasi gedung-gedung bersejarah
di daerah Kota.
2.2 Latar Belakang Gedung Museum Bank Indonesia
Gedung Bank Sentral di pusat kota yang telah
dibangun dan ditempati oleh DJB (De Javasche Bank) dan kemudian digunakan oleh
Bank Sentral untuk beberapa periode waktu, sekarang hampir kosong dan tidak
lagi digunakan. Namun, ia memiliki nilai sejarah yang sangat berharga tetapi
rentan terhadap kerusakan apabila tidak dimanfaatkan dan dilestarikan.
Pemerintah telah menunjuk bangunan ini sebagai situs budaya untuk dilestarikan.
Selain itu, Bank Sentral juga memiliki artefak sejarah dan dokumen yang harus
diurus dan dipilih untuk memberikan informasi yang benar-benar berguna bagi
masyarakat luas.
Terinspirasi oleh keinginan tulus untuk memberikan
pengetahuan kepada masyarakat tentang peran Bank Sentral dalam sejarah
nasional, serta obyektif menginformasikan latar belakang dan dampak kebijakan
Bank Sentral yang dibuat dari waktu ke waktu, Dewan Gubernur Bank Indonesia
telah memutuskan untuk mendirikan Museum Bank Indonesia dengan memanfaatkan dan
melestarikan bekas gedung Bank Sentral di pusat kota. Upaya ini akan sejalan
dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta dalam mengubah pusat kota ke dalam
pengembangan pusat kota lama Jakarta. Dalam hal ini, Bank Sentral diharapkan
untuk melayani sebagai pelopor dalam melestarikan atau revitalisasi bangunan
bersejarah di pusat kota.
Alasan ini antara lain, telah memicu ide untuk
mendirikan Museum Bank Indonesia yang diharapkan dapat berfungsi sebagai
lembaga untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat, aman dan memanfaatkan berbagai
artefak dan benda-benda yang berkaitan dengan perjalanan panjang dari Bank
Indonesia. Saat ini, ada sejumlah museum lain yang terkait dengan sejarah Bank
Sentral, namun museum ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Selain itu, gagasan untuk mendirikan Museum Bank Indonesia juga telah terinspirasi
oleh museum bank sentral di negara lain, yaitu sebagai lembaga yang
terintegrasi dengan keberadaan bank sentral tersebut.
2.3 Tujuan Pendirian Bank Sentral Museum Indonesia
Untuk mendukung pengembangan zona kota tua sebagai
tujuan wisata di DKI Jakarta , itu akan menjadi keputusan yang tepat untuk
menunjuk Bank Central Building dari pusat kota sebagai situs budaya pelestarian
oleh Pemerintah dan berubah menjadi Bank Sentral Indonesia Museum . Keberadaan
museum ini , sejalan dengan upaya untuk mempromosikan pariwisata bersama dengan
museum-museum lain terletak di kawasan, seperti Museum Fatahillah , Museum
Wayang, Museum Keramik, Museum Sea di daerah Pasar Ikan. BI telah diharapkan
bahwa keberadaan Bank Indonesia akan membuka jalan untuk menyiapkan museum bank
sentral di Indonesia. Museum ini melaksanakan misi untuk mencari, mengumpulkan,
menyimpan dan merawat artefak dan dokumen sejarah saat ini dimiliki. Akibatnya
, hal itu akan menjadi lembaga yang sangat berharga bagi masyarakat umum. Hal
ini akan terwujud jika kita bisa menyajikan segala sesuatu dalam bentuk yang
mampu untuk memenuhi informasi yang lengkap dan berurutan sedemikian rupa bahwa
itu akan dipahami oleh masyarakat pada umumnya.
Museum yang direncanakan ini juga diharapkan untuk
melayani sebagai fasilitas pendidikan dan penelitian bagi masyarakat Indonesia
maupun masyarakat internasional tentang fungsi dan tugas Bank Indonesia. Selain
itu, ia menjabat sebagai sarana rekreasi. Jika ini terpenuhi, peran humas dalam
sehubungan dengan membangun citra BI sebagai bank sentral akan berjalan lebih
baik. Sejalan dengan peran BI, museum ini diharapkan akan menunjukkan
karakteristik keseluruhan BI, dilihat dari aspek kelembagaan, moneter, melarang
dan sistem pembayaran yang terstruktur dalam sejarah perspektif. Kami
sepenuhnya sadar bahwa ini pendirian museum yang direncanakan bukan ide yang
sederhana, tetapi ide dengan beberapa tujuan. Dengan segala keterbatasan yang
ada dan kendala, antara lain yang berkaitan dengan tingkat apresiasi masyarakat
Indonesia terhadap museum yang relatif tidak setara dengan negara-negara maju,
langkah-langkah untuk mendirikan museum Bank Indonesia tampaknya memerlukan
daya tahan dan ketelitian. Mengingat keterbatasan kemampuan dan pengetahuan BI
tentang manajemen museum, bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang
diperlukan untuk bersama-sama mewujudkan gagasan ini secara komprehensif dari
konsep sampai dengan pelaksanaan fisik di masa depan. Sementara persiapan fisik
untuk pembangunan museum sedang berlangsung, Museum Bank Indonesia akan
disajikan dalam bentuk cyber museum. Edukasi Bank Indonesia ini akan
menggambarkan sejarah panjang BI menjadi lembaga yang bertanggung jawab atas
moneter, perbankan dan sistem pembayaran. Dan semua ini dapat diikuti dari
waktu ke waktu , sejak masa DJB hingga periode BI selama enactments
Undang-undang Nomor 11 Tahun 1953, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1968
Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999, dan UU No 3 Tahun 2004 yang tetap berlaku
sampai hari ini.
2.4 Visi dan Misi Museum Bank Indonesia
Alasan Filosofis
Mengingat tugas Bank Indonesia dengan lingkup
nasional dan dimensi, dan fakta Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam UU No
23 Bank dari tahun 1999, adalah independen dari intervensi pemerintah , serta
fakta bahwa dalam melaksanakan tugasnya, Bank Indonesia memanfaatkan jaringan
kantor di wilayah ini, satu-satunya lembaga yang layak dan harus menjelaskan
fungsi dan perannya adalah Bank Sentral itu sendiri.
Dalam hal ini, Bank Sentral Republik Indonesia
sebagai salah satu sarana untuk melakukannya, harus diperluas sedemikian rupa
sehingga memiliki lingkup nasional. Ini berarti tidak hanya Bank Indonesia
menyediakan informasi tentang kebijakan-kebijakan yang dibuat di tingkat pusat,
tetapi juga menjelaskan pelaksanaannya di daerah. Dengan kata lain, daerah juga
harus menyiapkan sendiri Mini Indonesia Pusat Bank Museum mereka ( MMBI )
dengan memanfaatkan gedung-gedung tua dan menganggur. Saat, selain melanjutkan
pembangunan Museum Bank Indonesia di daerah pusat kota, BI dalam penyusunan
membangun MMBI di Padang, Sumatera Barat.
Visi :
Untuk menjadi
instrumen dan fasilitas untuk menyebarluaskan informasi yang lengkap, akurat
dan mudah diakses mengenai fungsi dan peran Bank Sentral di Indonesia kepada
publik dan fasilitas ini dikelola secara profesional.
Misi :
- Untuk
memberikan informasi tentang sejarah Bank Sentral Indonesia yang lengkap,
akurat dan obyektif dan mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.
- Untuk
menyediakan fasilitas dan sarana rekreasi edukatif kepada masyarakat.
- Untuk melestarikan situs sejarah.
2.5 Program Utama Museum Bank Indonesia
: Jelajahi Museum
Tur ini dipandu dimaksudkan sebagai program
informasi-belum-rekreasi bagi masyarakat. Seperti kita menjelajahi bangunan
bersejarah ini, kami juga akan belajar tentang perjalanan Bank Indonesia. Jika
Anda tertarik untuk bergabung dengan tur, silakan mendaftar terlebih dahulu.
: Forum Diskusi
Museum Bank Indonesia melakukan forum diskusi,
menyediakan masyarakat dengan up-to-date dan informasi yang akurat mengenai
kebijakan Bank Indonesia. Forum ini terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat
umum.
: Interaksi
Museum Bank Indonesia mengundang Anda untuk
melakukan banyak kegiatan menarik pemutaran film-sini, pertunjukan musik,
peluncuran buku, atau kegiatan lainnya yang menyegarkan.
: Gallery Budaya
Museum Bank Indonesia mengundang Anda untuk bekerja
sama dengan kami untuk melakukan pameran sementara di sini, baik di tingkat
nasional maupun internasional.
2.6 Fasilitas Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia akan diluncurkan secara resmi
pada tahun 2008. Saat ini Museum Bank Indonesia adalah dalam tahap
implementasi. Ini akan menyediakan beberapa fasilitas untuk kenyamanan para
tamu, seperti :
: Cloak Room
Kamar ini tersedia untuk para pengunjung yang ingin
menempatkan barang-barang mereka saat mengunjungi Museum Bank Sentral.
: BI Information Centre
Di ruangan ini, pengunjung akan memiliki akses ke
informasi yang melimpah dari masa lalu ke masa kini dengan cukup lenghty time
series tentang sejarah dan peran Bank Sentral. Semua informasi ini dapat
diperoleh melalui peralatan multi-media dan sudah berguna untuk melakukan
penelitian, analisis keputusan dan sebagainya. Selain informasi dari Bank
Sentral, informasi dari berbagai sumber, dalam dan luar negeri juga tersedia.
Pengunjung juga dapat mencetak data / informasi dari komputer. Selain informasi
berlimpah tersebut, Bank Sentral telah meluncurkan BI Virtual Museum yang
menyediakan informasi tentang Central Bank Museum melalui jaringan internet.
: Auditorium
Auditorium ini terletak di lantai 2 dari Central
Bank Museum berdekatan dengan BI Pusat Informasi. Ruangan ini digunakan untuk
mengadakan seminar dan diskusi yang disponsori oleh Bank Sentral atau pihak
luar.
: Buku dan Souvenir
Pengunjung dapat membeli berbagai publikasi dan souvenir
yang berkaitan dengan museum, khususnya Museum Bank Sentral. Makanan ringan dan
minuman juga tersedia.
2.6 Koleksi Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia terdiri dari dua lantai yang
dapat dijelajahi oleh pengunjung. Lantai pertama terdiri dari pintu masuk
utama, pintu masuk belakang, ruang pengeluaran, dan pengedaran uang
perpustakaan serta kafe museum. Sementara itu, lantai kedua terdiri dari lobi,
ruang penitipan barang, ruang pelayanan pengunjung, ruang lokakarya teater,
ruang pengantar sejarah, pra BI serta ruang pameran tetap, serta ruang emas.
Saat pertama masuk, kami langsung menuju lantai dua
karena tempat pemeran tetap koleksi yang ada di museum ini ada di lantai dua.
Sebelum masuk kami pun terlebih dahulu menitipkan tas dan jaket kami di tempat
penitipan barang. Lalu setelah itu, kami pergi ke ruang pelayanan pengunjung
dimana saat disana kami diberikan semacam tiket masuk untuk melihat-lihat
pameran.
Lalu, saat pertama masuk kami melihat 12 ruang
transaksi bank zaman dahulu. Dan disebelahnya terdapat monumen peresmian museum.
Ada berbagai macam peninggalan, fasilitas dan
informasi sejarah yang dapat ditemukan di Museum Bank Indonesia, seperti mata
uang baru, kursi koin, pintu baja, koleksi uang dari berbagai dunia dan tahun,
informasi sejarah, bank tempo doeloe, karya – karya yang seru dan lucu, ruang
teater dan taman luas di tengah – tengah bangunan.
Lalu setelah melihat semua koleksi di museum Bank
Indonesia, ada satu gambar yang menurut kami sangat menarik, yaitu gambar atau
foto dimana logo dari Bank Indonesia sempat berubah-ubah dari waktu ke waktu,
sampai logo dari Bank Indonesia yang dipakai sekarang.
2.7
Jam Buka Museum Bank Indonesia
Visiting
HoursMuseum AddressTuesday - Friday: 07.30 AM - 03.30 PM
Saturday - Sunday: 08.00 AM - 04.00 PM
Monday & Holiday CloseFree of Charge
Museum Bank Indonesia @MuseumBIJl. Pintu Besar Utara No. 3West Jakarta - Indonesia
Ph. 62-21- 2600158
Fax.62-21-2601730
Email:museum@bi.go.id
Bab
III: Penutup
3.1 Kesimpulan
Museum Bank Indonesia menempati bangunan yang
berusia tua dan memiliki sejarah panjang dalam dunia perbankan di Indonesia.
Museum ini dulunya merupakan sebuah rumah sakit Binnen Hospitaal, lalu kemudian
digunakan oleh De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828. Museum Bank Indonesia
ini berfungsi sebagai lembaga untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat, aman dan
memanfaatkan berbagai artefak dan benda-benda yang berkaitan dengan perjalanan
panjang dari Bank Indonesia. Dan salah satu misinya adalah untuk memberikan
informasi tentang sejarah Bank Sentral Indonesia yang lengkap, akurat dan
obyektif dan mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat. Museum Bank Indonesia
juga memiliki beberapa program utama seperti, Forum Diskusi, Jelajahi Museum,
Interaksi, dan Gallery Budaya. Selain itu ada beberapa fasilitas yang
disediakan di museum ini, yaitu BI Information Centre, Cloak Room, Auditorium,
Buku dan Souvenir.
3.2 Saran
Publikasi dari Museum Bank Indonesia harus dilakukan
lebih gencar lagi agar semakin diketahui oleh khalayak banyak dan tentunya agar
museum Bank Indonesia tidak sepi pengunjung.
Daftar Pustaka :












Tidak ada komentar:
Posting Komentar