Selasa, 02 Mei 2017

Perkembangan Alam Pikiran Manusia

           PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA


 Hakekat Manusia dan Sifat Keingintahuannya

Tuhan telah menciptakan dua macam mahluk, yaitu satu benda mati yang sifatnya anorganis dan yang lain mahluk yang bersifat organis. Untuk membedakannya, sering yang pertama disebut benda mati dan yang kedua sebagai mahluk hidup.
Benda yang ada di muka bumi ini tunduk pada hukum alam (deterministik)sedangkan mahluk hidup tunduk pada hukum kehidupan (biologios). Masing-masing memiliki tingkatan dalam perwujudannya. Benda dapat berupa padat, cair, dan gas. Mahluk hidup dibedakan atas tumbuhan, binatang, dan manusia. Manusia memiliki ciri khas dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini, di mana manusia merupakan mahluk tertinggi, lebih sempurna dibandingkan mahluk lainnya.

1.      Hakekat Manusia
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Akal bersumber pada otak dan budi bersumber pada jiwa. Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya manusia memanfaatkan akal budi yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu (kuriositas), maka berkembanglah pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun lebih berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi antar manusia
Manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan penghuni bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya antara lain:
a.       Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana (Homo sapiens) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b.      Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya.
c.       Manusia dapat berbicara (Homo Langues) baik secara lisan maupun tulisan.
d.      Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo sosius) dan berbudaya (Homo Humanis).
e.       Manusia dapat mengadakan usaha (Homo Economicus).
f.       Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (Homo religious).



2.      Sifat Keingintahuan Manusia
Binatang mempunyai insting untuk kelangsungan hidupnya, memperoleh makanan, serta hal-hal lainnya. Aktivitas tersebut tidak berubah dari waktu ke waktu dan dinyatakan sebagai rasa keingintahuan yang tidak berkembang atau biasa disebut idle curiousty. Sedangkan manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan penalaran, pemikiran logis, dan analis. Oleh karena itu, manusia memiliki rasa ingin tahu yang selalu berkembang yang biasa disebut dengan curiousity. Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu ini dimulai dengan pertanyaan what “apa” tentang sesuatu kemudian dilanjutkan dengan how “bagaimana” kemudian why “mengapa”. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar dari perkembangan ilmu pengetahuan alam. Semua pengetahuan dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ilmu ini terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu,terutama tentang benda yang ada disekelilingnya,alam jagad raya,bahkan dirinya sendiri. Hal tersebut mendorong manusia untuk memahami serta menjelaskan gejala-gejala yang terjadi dan dorongan rasa ingin tahu manusia tersebut membuat mereka mencari jalan keluar dari setiap apa yang terjadi. Pengetahuan tentang satu masalah mendatangkan pertanyaan (masalah) lain yang ingin dijawab.
Manusia dengan rasa keingintahuannya yang besar selalu berusaha mencari jawaban atas fenomena yang terjadi. Seringkali mereka menerka-nerka sendiri jawabannya. Terkadang jawaban itu tidak logis namun mudah diterima oleh masyarakat awam. Misalnya “Mengapa ada pelangi?” kemudian mereka membuat jawaban, pelangi adalah selendang bidadari atau “Mengapa gunung meletus?” jawabannya karena yang berkuasa marah. Dari hal ini timbulnya pengetahuan tentang bidadari dan sesuatu yang berkuasa. Pengetahuan baru itu muncul dari kombinasi antara pengalaman dan kepercayaan yang disebut mitos. Cerita-cerita mitos disebut legenda. Mitos dapat diterima karena keterbatasan penginderaan, penalaran, dan hasrat ingin tahu yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan dengan kemajuan zaman, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode (Maskoeri Jasin, 2008: 3).
Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, baik melalui pendekatan non-ilmiah (sains semu) ataupun ilmiah. Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan sains semu dilakukan dengan mengandalkan perasaan, keyakinan tanpa diikuti proses pemikiran yang cermat. Pengetahuan yang diperoleh bisa benar bisa salah seperti pada cara prasangka atau intuisi, serta tidak efisien karena harus mencoba tanpa dasar dan kalaupun benar seringkali hanya kebetulan saja. 
Manusia, kalau kita bertanya tentang bagaimana cara manusia memuaskan rasa keingintahuannya kita bisa menjawab, manusia memuaskan rasa keingintahuannya dengan cara bertanya kepada orang lain. Atau mungkin di zaman sekarang ini sudah banyak alat media elektronik yang bias kita gunakan untuk mencari tahu tentang sesuatu, seperti handphone, komputer atau laptop, yang difasiliasi dengan internet. Dari waktu ke waktu rasa ingin tahu juga semakin bertambah, dan akhirnya menjadikan bergunung-gunung rasa pensaran atau rasa ingin tahu. Manusia bisa punya rasa ingin tahu juga karena mempunyai akal (rasio) yang membuat kita selalu ingin tahu ini dan itu. Dengan mempunyai akal, maka manusia bisa mencapai tujuan hidupnya atau cita-cita.        Manusia selalu ingin tahu dengan apa yang terjadi di sekitarnya, mengapa sesuatu bisa seperti itu, bagaimana ini/itu bisa ada, dan lain-lain tentang segala hal yang belum diketahuinya. Dan manusia itu makhluk yang tidak pernah puas akan sesuatu. Jadi, jika salah satu rasa keingintahuan kita belum terjawab dengan pasti, maka kita akan terus bertanya sampai menemukan jawaban yang memuaskan rasa keingintahuannya. Dan rasa ingin tahu manusia itu berawal dari ingin mengetahui tentang diri sendiri. Di mulai saat kita masih kecil. Misalnya, saat kecil kita baru tahu kalau gigi kita bisa bertumbuh semakin banyak, lalu kita mulai bertanya kenapa gigi bisa tumbuh, dan bagaimana caranya gigi bisa tumbuh. Ketika gigi susu mulai tanggal, kita kembali bertanya, kenapa gigi bisa copot, dan masih banyak lagi pertanyaan tentang diri kita sendiri yang  sampai saat dewasa nanti masih terus berlanjut.
    Lalu manusia beranjak mempunyai rasa ingin tahu pada alam atau lingkungan sekitarnya. Kita mulai bertanya akan lingkungan sekitar kita yang bila ada yang di rasa asing di mata kita. Dan berlanjut ke alam yang sedikita lebih luas, seperti alam yang di maksud itu hutan di dunia. Muncul pertanyaan yang berkaitan dengan alam semesta, seperti apakah bumi itu bulat atau bidang datar? kenapa kita tidak jatuh saat bumi berputar dan posisi kita berada di bawah? Berapa lama bumi mengelilingi matahari? dan masih bayak lagi yang akhirnya akan terjadi penelitian. Dari penelitian akan menghasilkan jawaban yang akan memberi kepuasan pada diri kita. Semua ini adalah beberapa cara bagaimana untuk kita memuaskan rasa keingintahuan diri kita sendiri. Dari bertanya, mencari jawaban sendiri, hingga melakukan penelitian.

Perkembangan Fisik, Sifat dan Pikiran Manusia

Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini,pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.
a.    Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Masa bayi menurut psikologi disebut juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya,ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.

b.    Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )
Masa kanak – kanak disebut sebagai periode praoperasional, dengan kisaran usia 2 – 7 tahun. Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang,seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.

c.    Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )         
Masa ini disebut juga sebagai periode operasional nyata,dengan kisaran usia 7-11 tahun. Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.

d.   Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )
Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.

e.    Masa dewasa ( > 20 Tahun )
Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.   


BAGAIMANA ALAM PIKIRAN MANUSIA  BERKEMBANG?


Pada ada dasarnya yang membedakan manusia dengan makhluk cipaan Tuhan lainnya yaitu karena manusia memiliki akal (pikiran). Dengan pikiran manusia bisa mengendalikan semua apa yang hendak ia lakukan atau tidak ingin ia lakukan. Maka dari itulah manusia dikatakan makhluk yang sempurna. Dengan diberikannya sebuah pikiran oleh Tuhan kepada manusia, maka seharusnya manusia bisa memelihara dan mengembangkannya supaya dapat bermanfaat bagi dirinya dan makhluk lainnya serta dapat menjadi alat untuk mengolah dunia.
Pikiran merupakan faktor pembentuk kepribadian manusia, sehingga saat pikiran manusia rusak maka hidupnya pun akan rusak. Karena yang berpengaruh paling dominan dalam manusia adalah pikirannya. Maka dari itu kita harus mengontrol perkembangan pikiran kita dan bagaimana pikiran tersebut dapat berkembang. Sehingga saat kita dapat mengontrol pikiran maka kita pun dapat mengontrol perkembangan kepribadian kita supaya menjadi pribadi yang baik.
Pikiran manusia berkembang secara alamiah sejalan dengan bertambahnya usia dan perkembangan mental. Perkembangan alam pikiran manusia digambarkan dengan proses psikososial dan proses psikoseksual. Dengan bertambahnya usia maka rasa ingin tahu manusia akan muncul dan itulah yang menyebabkan perkembangan alam pikiran manusia. Saat rasa ingin tahu muncul, maka memaksa rasio untuk mencari tahu akan sebuah kebenaran dengan cara berfikir dan tanpa disadari pikiran tersebut sedang berkembang dan memiliki banyak pengetahuan.
Semakin luas lingkungan sosial yang dijalani maka rasa ingin tahu yang muncul akan semakin banyak. Otomatis pikiran manusia pun akan semakin berkembang karena rasio berusaha mencari tahu kebenaran yang ingin diketahui. Jadi perkembangan alam pikiran manusia dapat berkembang sejalan dengan bertambahnya usia, meluasnya lingkup sosial, dan bertambahnya pengetahuan.

https://lydialupita.wordpress.com/
http://catursekar1.blogspot.co.id/2013/03/bagaimana-manusia-selalu-berusaha.html
http://tutariituantok.blogspot.co.id/2015/08/ilmu-alamiah-dasar.html

Pengertian Sistem, Karakteristik Sistem, Klasifikasi sistem, Elemen Sistem, Tujuan sistem dan Model Sistem Informasi Psikologi (manual)

Pengertian system Kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata di definisikan. Secara garis besar ...